Powered by Blogger.
ISTIQOMAH

SILA EMAIL KE GUA JIKA INGIN BERKONSI PENDAPAT ATAU APA SAHAJA

BUNTATJ@GMAIL.COM

BLOGER-BLOGER YANG NAK LINK KE BLOG NI AMAT DIALU-ALUKAN DAN GUA MOHON LINKKAN BLOG INI KE BLOG TUAN2 DAN PUAN2, SILA MAKLUMKAN GUA MELALUI EMAIL ATAU DI RUANG KOMEN

Wasiat Saidina Ali...

1. Dosa yang paling besar ialah takut.
2. Bahaya yang paling besar ialah putus asa.
3. Berani yang paling besar ialah sabar.
4. Hadiah yang paling Besar ialah kesempatan.
5. Modal yang paling besar ialah "PERCAYA PADA DIRI SENDIRI"

Firman Allah:


وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسۡتَطَعۡتُم مِّن قُوَّةٍ۬

Dan sediakanlah untuk menentang mereka (musuh yang zalim) dengan apa-apa jenis kekuatan yang mampu kamu sediakan (al-Anfal: 60)


Followers

Tuesday, May 31

jihad

Jihad adalah salah satu syi’ar Islam yang terpenting dan merupakan puncak keagungannya. Kedudukan jihad dalam agama sangat penting dan sentiasa tetap terjaga. Jihad fii sabiilillaah tetap ada sampai hari Kiamat.
Jihad bererti kekuatan usaha, susah payah dan kemampuan.
Jihad terbahagi kepada tiga:
1. Jihad melawan musuh yang nyata.
2. Jihad melawan syaitan.
3. Jihad melawan hawa nafsu.
Tiga jenis jihad ini termaktub di dalam Al-Qur-an surat al-Hajj: 78, at-Taubah: 41, al-Anfaal: 72.
Menurut  Ahmad bin ‘Ali bin Hajar al-Asqalani (yang terkenal dengan gelaran Ibnu Hajar al-‘Asqalany, wafat th. 852 H) : “Jihad menurut syare adalah mencurahkan seluruh kemampuan untuk memerangi orang-orang kafir.” 
Istilah Jihad digunakan juga untuk melawan hawa nafsu, syaitan, dan orang-orang fasiq. Adapun melawan hawa nafsu yaitu dengan belajar agama Islam (belajar dengan benar), lalu mengamalkannya kemudian mengajarkannya. Adapun jihad melawan syaitan dengan menolak segala bentuk syubhah dan syahwat yang selalu dihiasi oleh syaitan. Jihad melawan orang kafir dengan tangan, harta, lisan, dan hati. Adapun jihad melawan orang-orang fasiq dengan tangan, lisan dan hati.
Perkataan  Ibnu Hajar tersebut sesuai dengan sabda Rasulullah :

“Berjihadlah melawan orang-orang musyrikin dengan harta, jiwa, dan lisan kalian.”
Jihad menurut Ibnu Taimiyyah adalah: “Mencurahkan segenap kemampuan untuk mencapai apa yang dicintai Allah Azza wa Jalla dan menolak semua yang dibenci Allah.”  Kata beliau: “Bahwasanya jihad pada hakikatnya adalah mencapai (meraih) apa yang dicintai oleh Allah berupa iman dan amal soleh, dan menolak apa yang dibenci oleh Allah berupa kekufuran, kefasikan, dan maksiat.”
Definisi ini mencakup setiap macam jihad yang dilaksanakan oleh seorang Muslim, yakni meliputi ketaatannya kepada Allah Azza wa Jalla dengan melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhkan larangan-larangan-Nya. Kesungguhan mengajak (mendakwahkan) orang lain untuk melaksanakan ketaatan, yang dekat maupun jauh, muslim atau orang kafir dan bersungguh-sungguh memerangi orang-orang kafir dalam rangka menegakkan kalimat Allah dan selain itu.
Jihad tidak dikatakan jihad yang sebenarnya melainkan apabila jihad itu ditujukan untuk mencari wajah Allah, menegakkan kalimat-Nya, mengibarkan panji kebenaran, menyingkirkan kebathilan dan menyerahkan segenap jiwa raga untuk mencari keredhaan Allah. Akan tetapi bila seseorang berjihad untuk mencari dunia, maka tidak dikatakan jihad yang sebenarnya.
Barangsiapa yang berperang untuk mendapatkan kedudukan, memperoleh harta rampasan, menunjukkan keberanian, mencari kemahsyuran (kehebatan), maka ia tidak akan mendapatkan ganjaran dan tidak akan mendapat pahala.
Jihad dalam Islam merupakan seutama-utama amal. Allah memerintahkan jihad yang termaktub di dalam Al-Qur-an, yaitu pada surat al-Baqarah: 190, 193, 216, Ali ‘Imran: 142, an-Nisaa’: 95, at-Taubah: 73, al-Anfaal: 74, al-Hajj: 78, al-Furqaan: 52 dan ash-Shaaf: 11.
Abdullah bin Mas’ud  berkata:

“Aku pernah bertanya kepada Rasulullah: ‘Amal apa yang paling utama?’ Rasulullah menjawab: ‘Solat pada waktunya.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa?’ Beliau menjawab: ‘Berbakti kepada kedua orang tua.’ Aku bertanya lagi: ‘Kemudian apa lagi?’ Beliau menjawab: ‘Jihad fii sabiilil-laah.’”
Abu Dzarr pernah bertanya kepada Rasulullah : “Amal apa saja yang paling utama?” Beliau menjawab: “Beriman kepada Allah dan berjihad fii sabiilillaah…”
‘Abdullah bin ‘Umar berkata: “Sesungguhnya seutama-utama amal sesudah solat adalah jihad fii sabilillaah.”
Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah : “Wahai Rasulullah, ada seseorang yang berperang kerana mengharap ghaimah (harta rampasan perang), ada yang lain berperang supaya disebut namanya, dan yang lain berperang supaya dapat dilihat kedudukannya, siapakah yang dimaksud berperang di jalan Allah?” Rasulullah  bersabda:

“Barangsiapa yang berperang supaya kalimat Allah tinggi, maka ia fii sabiilillaah (di jalan Allah).”

0 comments:

My Blog List

About This Blog

Blog Archive

My Blog List

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP